batu hajar aswad

1. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. dan batu itu adalah permata yang berasal dari Surga.

2. Ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza’ah mengusir keturunan Jurhum dari Mekah, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman.

3. Pemendaman Hajar Aswad di dalam sumur Kakbah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.

4. Setelah Mekah dikuasai oleh suku Qaramitah di bawah pimpinan Abu Tahir Al Qarmuthi, mereka membantai 1700 orang di Mesjidilharam, sebagian bergelantungan di Kakbah kemudian mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat. Mereka merampas harta orang-orang dan perhiasan Kakbah, merobek-robek kiswah penutup Kakbah dan membagikannya kepada kawan-kawannya, merampok benda-benda berharga dalam Kakbah, melepas pintu Kakbah dan memerintahkan pula untuk mengambil talang emasnya. Pada tanggal 7 Zulhijah tahun 317 H. Abu Tahir Al Qarmuthi menduduki kota Mekah dan mencopot Hajar Aswad dari tempatnya secara paksa. Abu Tahir memerintahkan Jakfar bin Ilaj untuk mencopot Hajar Aswad dan membawanya pada tanggal 7 Zulhijah 317 H. Setelah dia melakukan kebiadaban dengan membunuh orang-orang yang sedang tawaf, iktikaf dan salat. Mereka membawa Hajar Aswad ke negerinya. Setelah itu tempat Hajar Aswad kosong. Orang-orang yang tawaf hanya meletakkan tangannya di tempatnya saja untuk mendapatkan berkahnya. Akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Selasa tanggal 10 Zulhijah tahun 339 H. setelah 22 tahun Kakbah kosong dari Hajar Aswad.

5. Pada tahun 363 H. datang seorang laki-laki dari Romawi. Saat ia mendekati Hajar Aswad, ia mengambil cangkul dan memukulkannya dengan kuat ke pojok tempat Hajar Aswad hingga berbekas. Ketika ia akan mengulangi perbuatannya, seorang Yaman datang dan menikamnya sampai roboh.

6. Pada tahun 413 H. Bani Fatimiyah mengirim sebagian pengikutnya dari Mesir di bawah pimpinan Hakim Al Abidi, di antaranya ada seorang laki-laki yang berkulit merah dan berambut pirang serta berbadan tinggi besar, sebelah tangannya menghunus pedang sedang yang sebelah memegang pahat, lalu dipukulkannya ke Hajar Aswad sebanyak tiga kali hingga pecah dan berjatuhan, sambil berkata, “Sampai kapan Batu hitam ini disembah, sekarang tidak ada Muhammad atau Ali yang dapat melarangku dari perbuatanku, kini aku ingin menghancurkan Kakbah.” Kemudian pasukan berkumpul untuk membunuh dia dan berikut para pembantunya.

7. Pada tahun 990 H. datang seorang laki-laki asing (bukan orang Arab) membawa sejenis kampak dan dipukulkannya ke Hajar Aswad, Pangeran Nashir menikamnya dengan belati hingga mati.

8. Di akhir bulan Muharram tahun 1351 H. datang seorang laki-laki dari Afghanistan. Ia mencungkil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah serta sepotong perak pada tangga Kakbah. Penjaga masjid mengetahui perbuatan itu kemudian menangkapnya, diapun dihukum mati. Pada tanggal 28 Rabiul Akhir tahun 1351 H. datang Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al Faisal As Saud ke Mesjidharam dalam rangka perekatan pecahan Hajar Aswad akibat perbuatan tentara terkutuk tadi. Perekatan tersebut dilakukan setelah diadakan penelitian oleh para ahli untuk menentukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.

Silahkan di renungkan yg di bold.

– Abu Tahir Al Qarmuthi – mencopot batu hajar aswad, trus dibawa kabur, tapi ga mati di samber allah.
– Lelaki Romawi, kalo dia ga mengulangi perbuatannya, pasti ga ketahuan dan selamat lah dia, matinya bukan di samber Allah atau Batu Hajar Aswad.
– Lelaki berkulit merah berambut pirang, di bunuh oleh pasukan dan yg dibunuh beserta para pembantunya yg ga ikut campur (membuktikan allahnya ga selektif).

Tuh kan, ada yg mau coba selepet batu H/A pake sandal ga nih?
Ga apa2 kok klo ga ketahuan.

4 Tanggapan to “batu hajar aswad”

  1. ingat wong adzab Alloh tu ada yang sketika ada yang diahirkan.kami orang muslimin wajip percaya akan hal itu,alias harga mati,

  2. Dulu kata Nabi Muhamad, batu hajar aswad berwarna putih susu, sekarang hitam karena dosa manusia.

    Sekarang batu hajar aswad terpecah, karena umat Islam sudah terpecah belah, kata saya.

    Walaupun kewibawaan hajar aswad sudah diturunkan, namun sampai sekarang, masih ada saja orang yang mengkultuskan hajar aswad. Saya melihat dengan mata kepala sendiri, orang orang melemparkan sajadah, tasbih silih berganti ke temannya yang siap berdiri di tepi atas hajar aswad. Kemudian menggosok-gosokkan barang-barang tersebut ke hajar aswad sebelum di lempar balik ke pemiliknya. Tapi ada juga yang bernasib sial, barang-barang itu ada yang berhasil direbut oleh petugas berseragam polisi yang marah, kemudian dibuangnya ke tempat lain.

    Ada juga yang mencium dan menjilat-jilat kabah, oleh petugas kepalanya didorong kebelakang.

    Sudah pecah berkeping-keping masih ada aja orang merendahkan Alloh dengan mengkultuskan hajar aswad.

  3. hamba Allah Says:

    Haiii, org memuliakan batu hajar aswad, bkn menyembahnya, yg disembah tetap Allah

  4. Semoga Allah tetap menjaga kesuciannya dari ulah kaum musyrikin hingga hari kiamat nanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: